Sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh FIFA selaku otoritas tertinggi di dunia yang menaungi futsal, bola harus memenuhi kualitas dan ukuran yang telah ditetapkan. Standar teknis sebuah bola yang dipersyaratkan yaitu bola berbentuk bulat, terbuat dari bahan kulit atau bahan lainnya. Diameter bola adalah 62 cm sampai 64 cm dengan berat bola saat pertandingan dimulai antara 400 gram sampai 440 gram.
Syarat bola futsal yang berhubungan dengan hal-hal teknis lainnya juga tidak boleh diabaikan. Bola futsal memiliki tekanan berkisar antara 0.4 atmosfir sampai 0.6 atmosfir. Sedangkan uji pantulan bola yang diijinkan antara 55 cm sampai 65 cm pada pantulan pertama dari ketinggian 2 meter.
Pada sebuah pertandingan sangat mungkin terjadi kerusakan bola yaitu bola pecah. Sesuai regulasi FIFA, apabila hal ini terjadi maka yang terjadi di sebuah pertandingan adalah
- Pertandingan dihentikan sementara.
- Pertandingan dimulai kembali setelah dilakukan penggantian bola baru dengan menjatuhkan bola di tempat bola pertama rusak.
- Jika bola pecah atau rusak ketika bola tidak dalam permainan seperti pada saat tendangan gawang, tendangan bebas, tendangan sudut, tendangan penalti atau tendangan ke dalam aka permainan dimulai dari posisi tersebut.
- Selanjutnya pertandingan dimulai sesuai peraturan biasa.
- Bola tidak dapat diganti tanpa seijin dari wasit.
Bola futsal dibuat dari dua macam proses yaitu melalui proses penjahitan dan metode tekan (press). Bola futsal pertama kali dibuat melalui proses penjahitan sehingga karakternya lembut dan empuk. Ketika ditendang atau disundul,bola terasa tidak terlalu keras. Sisi kelemahan bola jahitan adalah lebih cepat rusak dan benjol sehingga tidak terlalu kuat digunakan untuk intensitas permainan tinggi.
Jenis kedua dibuat dengan cara ditekan (press) membentuk karakter bola lebih berat dan keras. Bola ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan bola jenis jahitan sehingga tidak akan cepat rusak. Maka dari itu, dalam pemilihan bola harus berhati-hati dan disesuaikan dengan penggunaan.
Bola futsal yang digunakan di lapangan berkarakter keras seperti lapangan kayu (parquette) atau berbahan dasar semen sebaiknya bola dari proses press yang digunakan. Selain karena faktor kekuatan bola yang relatif lebih kuat, hal lainnya yang menjadi pertimbangan adalah pantulan bola. Pantulan bola dan guliran bola press mudah dikendalikan di lapangan yang berkontur keras.
Penggunaan bola jahitan lebih sesuai dengan rumput lapangan sintetis karena karakter lapangan sintetis lembut bisa meredam lentingan bola yang cukup kencang. Tentunya hal ini memudahkan pemain futsal mengendalikan gerakan bola. Selain itu, bola lebih awet dan tahan lama.
Sedangkan lapangan jenis vinyl dan teraflex yang termasuk jenis permukaan lapangan keras. Namun, karakter permukaan kedua jenis lapangan lebih lembut dibandingkan lapangan berbahan dasar semen atau parquette. Bola jenis jahitan maupun press dimungkinkan untuk digunakan dikedua lapangan.
Di pasaran banyak bola yang dijual dengan beragam variasi buatan dan harga. Tidak hanya produk buatan luar negeri namun buatan dalam negeri seperti Triple-S dari majalengka atau Pespex dari Cileungsi. Produk dalam negeri memiliki harga jual yang lebih murah dengan kualitas tidak terlalu jauh berbeda.
0 comments
Post a Comment